Mengelola Kecerdasan Emosi

Ditulis pada Sabtu, 09 April 2011 | Kategori: Tips - Trik Melamar Kerja | Dilihat 189 kali

 Kesuksesan seseorang tidak hanya di pengaruhin oleh IQ saja tetapi juga di tambah dengan kecerdasan emosi. Itulah konsep kecerdasan emosi yang di tulis oleh Goleman pada yahun 1995. Dia juga menambahkan bila kecerdasan emosi ternyata banyak membantu dalam meraih kesuksesan. Dia mengatakan bahwa 20% kesuksesan ditentukan oleh IQ dan 80% ditentukan oleh kecerdasan mengelola emosi. Menurut Goleman, ada 5 aspek dalam kecerdasan emosi yaitu:

  1. Kesadaran diri yaitu kemampuan individu untuk menyadari dan memahami keseluruhan proses yang terjadi di dalam dirinya, pikirannya, perasaannya, dan latar belakang dari tindakannya. Bisa di artikan individu mampu terhubung dengan emosi-emosinya, pikiran-pikirannya dan keterhubungan ini mampu membuat individu menamakan dari setiap emosi yang muncul.
  2. Kemampuan mengelola emosi yaitu kemampuan individu untuk mengelola dan menyeimbangkan emosi-emosi yang di alaminya. Khususnya mengelola emosi yang negatif seperti kemarahan, kebencian, kesedihan, kecewa, dendam dan benci. Sebagai contoh, individu melihat peristiwa yang menimbulkan kekecewaan dan kebencian dari sudut pandang positif, dia mengambil hikmah di di balik masalah tersebut atau menciba untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain yang terlibat masalah itu sehingga tidak terlarut-larut dan terombang ambing dalam kekecewaan dan kebencia tersebut.
  3. Optimisme yaitu kemampuan individu untuk memotivasi diri ketika berada dalam keadaan putus asa, mampu berpikir positif, dan menumbuhkan optimisme dalam dirinya. Kemampuan ini akan membuat individu mampu bertahan dalam masalah yang membebaninya, mampu untuk terus berjuang dan tidak putus asa dalam menjalani masalah yang di hadapinya.
  4. Empati yaitu kemampuan individu untuk memahami perasaan, pikiran dan tindakan orang lain berdasarkan sudut pandang orang tersebut. Kemampuan ini berkaitan erat dengan kemampuan individu memahami perasaan terdalam orang lain sehingga mampu bertenggang rasa dan mampu membaca,memahami perasaaan, pikiran orang lain baik bahasa verbal maupun non verbal.
  5. Keterampilan sosial yaitu kemampuan individu untuk membangun kemampuan secara efektif dengan orang lain, mampu mempertahankan hubungan sosial tersebut, dan mampu menangani konflik-konflik interpersonal secara efektif. Individu yang mempunyai kemampuan ini akan mudah berinteraksi dengan orang lain, menginpirasikan kepercayaan terhadap orang lain dan senantiasa saling menghormati hak-hak orang lain.